RSS : Articles / Comments


Pedagang Wajib Berpakaian Adat Bali

20:17, Posted by simple, One Comment

SEDIKITNYA 200 pedagang kios dan pedagang acung di kompleks Pura Besakih, Rendang, Karangasem, Rabu (11/3) kemarin dikumpulkan di Sasana Budaya, Besakih. Saat itu Camat Rendang yang juga Ketua Tim Penataan Kawasan Besakih Drs. I Wayan Gede Mustika memberikan pengarahan kepada mereka. Tujuannya, agar pedagang tertib dan mematuhi ketentuan terkait Karya Agung Panca Bali Krama (PBK) dan Batara Turun Kabeh (BTK).

Mustika mewajibkan seluruh pedagang mengenakan pakaian adat Bali. Sementara kios dihias dengan janur, guna mencirikan ada karya agung di pura kahyangan jagat itu. Spanduk atau sejenisnya yang terpasang di atas terkait promosi, hendaknya diturunkan.

Kios yang kini terlihat tak terurus dan hampir roboh agar segera diperbaiki. Jika tidak, agar dibersihkan. Selain itu semua pedagang acung, baik minuman maupun pedagang canangsari, sejak 20 Maret yakni sejak pralingga Ida Batara katuran tedun, dilarang berjualan di areal pura (di jeroan).

Hal yang sama disampaikan kepada wisatawan, baik domestik maupun asing. Ketentuan yang ada harus ditaati seperti mesti memakai pakaian yang sopan serta tak boleh masuk ke jeroan pura. Pemandu wisata mesti memperhatikan dan memberikan pengertian kepada para tamunya. (bud)

Choose the Best Hotel to Your Holiday

19:19, Posted by simple, No Comment

Choose the Best Hotel To Your Holiday
Do you have a plan to have holiday in western? If yes, of course you must prepare all what you need to go to that place. You must choose the correct agent, correct place to visit, and the most important is you must choose the correct hotel to stay. There is a lot of hotel in western, if you wrong to choose, you will have bad experience holiday.
If you destination in Australia, you can choose a lot of hotels. They will serve you the best, but remember to check your money. If you have a little money you can choose the in Melbourne, the name of hotel is “ wkwkwkkwkwkwk”



wkwkwkkwkwkwkkw Melbourne, give you more than what you need. The serve you the best. Here you can see the facilities of the hotel.


They have big room, and clean of course.

Choose the Best Hotel to Your Holiday

They have big room, and clean of course.

Choose the Best Hotel to Your Holiday
I love swimming, and this swimming pool look great.

And if you have plant go to Sydney, you can choose "peace" Hotels. One of them is “ peace”. Why I prefer choose this hotel? Because the price cheaper for me. You can see the several facilities that include in “peace”.

Choose the Best Hotel to Your Holiday

Great hotel from outside, can you imagine inside?

Choose the Best Hotel to Your Holiday
Great swimming pool, I love pool.

Another hotel that you can choose is “wkwkwkkwk” they have cheap price to, and if in Melbourne you still need to find hotel, you can find “peace” I love the price, only 99$. That great buddy. Below you can see the facilities of the hotel.

Choose the Best Hotel to Your Holiday

Simple room, I like it. I can do my activity as blogger here.

Choose the Best Hotel to Your Holiday

You can Relax in the outside of hotel, this nice place.

Select your hotels, and hope great holiday for you...

Warga Besakih Banyak Menderita Rematik dan HipertensiAmlapura (Bali Post)

18:16, Posted by simple, 2 Comments


Pengayah ke Pura Besakih terkait karya agung Panca Bali Krama (PBK) dan Bhatara Turun Kabeh (BTK) terus berdatangan dari seluruh penjuru Bali, Sabtu (28/2) kemarin. Demikian juga warga yang sakit dan minta pengobatan ke pos kesehatan Pasraman Bali di Besakih, tetap berdatangan.

Sejumlah dokter dan bidan, kemarin, ngayah memberikan pelayanan di pos Pasraman Bali di Besakih yakni dr. Ayu Witriasih yang juga Kepala Puskesmas II Denpasar Barat, dibantu bidan Desak Novianti dan A.A. Mas Nagapadmi keduanya dari Puskesmas Denbar II. Selain itu, dr. LP Suwastini dari Puskesmas I Denpasar Barat, serta dr. Ni ketut Srinadi, seorang dokter jaga UGD RS Bakti Rahayu, Denpasar.

Dokter Srinadi mengatakan umumnya warga dari Desa Besakih dan sekitarnya yang datang ke pos pengobatan paling banyak menderita penyakit kulit, diikuti rematik dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Banyaknya penderita penyakit kulit diduga akibat di desa itu cuaca kerap lembab, sementara terjadi krisis air bersih sehingga penderita tak rutin mandi dengan sabun. Penderita rematik umumnya mengeluhkan sakit tulang di tiap persendian, diduga akibat suhu udara yang kerap dingin, sementara warga penderita umumnya dari kalangan petani akibat bekerja keras dan kerap berhujan. Sementara orang tua banyak menderita hipertensi, diduga mereka suka minum kopi guna menghangatkan badan di tengah suhu udara Besakih yang dingin.

Selain memberikan pelayanan pengobatan bagi warga desa Besakih dan sekitarnya serta para pemangku, juga tetap digelar ngayah mareresik (bersih-bersih) di sekitar pura. Sementara ratusan pengayah juga membantu lima Ida Pedanda istri selaku tapini. Selain membuat dan mempersiapkan berbagai jenis jajan, juga mulai menganyam klatkat, kulit tipat, pengayang, tamas, penyungsung serta berbagai jenis sampian lainnya.

Kalangan pengayah di antaranya dari Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar yang berkekuatan 100 orang. Rombongan Yayasan PR Saraswati dipimpin Ir. Bagus Lodji, M.S. terdiri dari kepala SD, SMP, SMA/SMK, dan Unmas. Selain ngayah majejahitan dan membuat klakat, Yayasan PR Saraswati juga madana punia Rp 5 juta dan sembako kepada panitia.

Selain itu, pengayah dari karyawan kantor Keuangan Negara Denpasar sebanyak 35 orang, karyawan BTDC 40 orang, dari Billabong 15 orang. Pihak BTDC juga menyerahkan 10 bak sampah berbahan fiber, tikar serta bibit pohon genitri diterima pihak panitia karya PBK dan BTK. Sementara pihak Billabong menyampaikan dana punia berupa sembako seperti beras, gula pasir, kopi bubuk, dupa, saput untuk pemangku serta uang tunai Rp 1 juta. Sementara SDN 4 Saraswati juga menyampaikan dana punia berupa uang tunai Rp 4.875.000. (013)

Panca Bali Krama

20:11, Posted by simple, No Comment


Umat Harus Lakukan 'Yasa Kerti'
NUWASEN Karya Agung Panca Bali Krama (PBK) dan Batara Turun Kabeh (BTK) digelar di Pura Penataran Agung Besakih, Rabu (25/2) kemarin. Dengan upacara itu diharapkan umat melakukan yasa kerti, terutama dalam bentuk kesiapan mental, kesucian hati, serta senantiasa menampilkan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci. Dengan menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak terpuji serta dapat menodai kesucian dan pelaksanaan Karya Panca Bali Krama.

Selain nuwasen karya (menetapkan hari baik memulai karya), juga digelar prosesi lainnya yakni negtegang, nyuci beras dan ngunggahang sunari. Upacara ini dipusatkan di Penataran Agung Besakih di-puput Ida Pedanda Gde Putra Tianyar dari Geria Menara, Sidemen. Sementara negtegang lan nyuci beras di-puput Ida Pedanda Istri Karang dari Geria Sibetan.

Selain upacara di Penataran Agung Besakih, kemarin juga digelar upacara ngaturang pengandeg, nunas tirta panglukatan dan pamarisudha di Pura Dalem Puri, Besakih. Upacara itu di-puput Ida Pedanda Gde Putra Tembau dari Geria Gede, Aan, Klungkung yang juga yajamana karya PBK dan BTK. Upacara itu di-puput bersama Ida Pedanda Gde Nyoman Jelantik Dwaja dari Geria Budakeling.

Persembahyangan nuwasen karya di Besakih dihadiri Wagub Bali AAN Gede Puspayoga dan staf serta Asisten II Sekdakab Karangasem Ir. Komang Gde dan Ketua Bappeda Wayan Arthadipa, S.H.

Sementara itu, umat yang ngaturang ayah ke Besakih terus berdatangan. Tidak saja karyawan instansi pemerintah dan swasta, juga perorangan. Menurut sejumlah panitia, sambutan masyarakat terhadap Karya Panca Bali Krama tahun ini sangat antusias. Ini dapat dilihat dari jumlah umat yang ngaturang ayah setiap harinya. 'Jadi, umat tidak hanya sembahyang ke Besakih, tetapi telah berupaya terlibat sejak awal. Hal ini merupakan perkembangan yang sangat baik dalam kesadaran umat untuk ngaturang ayah,' katanya.

Dibandingkan 10 tahun lalu, animo masyarakat tidak setinggi saat ini. Ketika itu umat masih berpatokan pada sembahyang saat upacara puncak dan Ida Batara nyejer. 'Sekarang umat sudah terlibat sejak awal. Dan, ini merupakan perkembangan yang sangat baik,' katanya berulang-ulang. (013)

Ribuan Nasabah KKM Demo

19:33, Posted by simple, No Comment


Desak Dana Cair Sebelum Galungan
Amlapura (Bali Post) -
Ribuan nasabah Koperasi Karangasem Membangun (KKM), Senin (23/2) kemarin berdemo ke DPRD dan Kantor Bupati Karangasem. Usai menerima perwakilan nasabah, Wakil Bupati Karangasem Drs. IGL Rai mengatakan pihaknya membentuk tim guna mohon kepada Kapolda Bali agar dana nasabah KKM sebelum hari raya Galungan dan Kuningan, Maret ini sudah bisa dicairkan. 'Kami langsung membuat surat dan menyampaikannya kepada Kapolda Bali,' jelasnya.

Ribuan nasabah KKM kemarin datang sekitar pukul 09.00 ke DPRD Karangasem. Sebanyak 15 perwakilan mereka diterima Ketua DPRD Karangasem IW Sukadana, S.Sos. dan anggota Dewan lainnya. Perwakilan nasabah Nyoman Pasek membacakan pernyataan para nasabah yang isinya sembilan poin, di antaranya minta Ketua KKM I Gede Putu Kertia, S.E. dan Dirut I Nengah Wijanegara, S.E. segera dibebaskan. Sebab, mereka merasa tak dirugikan sistem KKM dan sebaliknya akibat kebijakan represif pihak kepolisian, KKM mengalami kerugian besar dan itu akan berlanjut selama koperasi itu tak dioperasikan kembali.

Dalam pernyataannya, mereka juga menyayangkan adanya laporan ke Mabes Polri, dengan menyatakan bahwa uang nasabah KKM sudah dikirim ke luar negeri (LN) dan Ketua KKM sudah siap-siap lari. Terkait hal itu, nasabah minta Kapolri secepatnya memeriksa aparat di Karangasem terkait laporannya itu. Atas pengaduan itu, Ketua DPRD Sukadana mengatakan bakal membentuk panitia khusus (pansus) guna menangani kasus yang membelit KKM.

Usai demo di DPRD, massa bergerak ke Kantor Bupati Karangasem. Sama dengan di DPRD, massa tertahan di depan pintu masuk Kantor Bupati karena dijaga ketat pasukan Dalmas. Namun sejumlah perwakilan massa diizinkan masuk dan diterima Wabup Karangasem serta Wakapolres Kompol Nyoman Wija.

Di depan Wabup dan stafnya, perwakilan massa minta dicarikan jalan keluar sehingga dana masyarakat yang terhimpun di KKM bisa dikembalikan secepatnya. Namun, jika pihak Pemkab tak mampu mengembalikan dana dengan uang dan aset yang sejak penggerebekan Jumat (20/2) dikuasai kepolisian, pemerintah diminta membebaskan KKM beroperasi kembali. (013)


Khawatir Mobil Ditarik Kembali



SEJAK pagi Senin (23/2) kemarin perkantoran pemerintah di Amlapura, Karangasem dijaga ketat polisi. Maklum, sejak sehari sebelumnya beredar isu bakal ada demo besar-besaran ribuan nasabah Koperasi Karangasem Membangun (KKM).

Selain kantor DPRD dan Bupati, perkantoran lainnya seperti Kejari, PN Amlapura juga ditutup pintu masuknya dan dijaga polisi. Demikian pula Jalan Ngurah Rai di depan kantor Bupati ditutup untuk lalu lintas dan dialihkan ke jalan lainnya. Sebab, ribuan nasabah memenuhi badan jalan. Sementara karyawan Pemkab Karangasem tampak sepi aktivitas, dan banyak di antaranya pulang lebih awal.

Sementara itu pelantikan perbekel yang direncanakan Selasa (24/2) pagi ini diundur, tanpa alasan jelas. Pagi ini direncanakan bakal digelar penggantian antarwaktu (PAW) seorang anggota DPRD Karangasem I Wayan Kari Subali. Anggota Komisi I ini sebelumnya anggota Fraksi PDI-P, namun belakangan mengajukan diri sebagai caleg pada Pileg 2009 lewat PNI-M. Namun, sejumlah anggota DPRD Karangasem kemarin mengaku masih ragu apakah PAW melalui sidang paripurna istimewa itu bisa berlangsung, karena dikhawatirkan banyak anggota Dewan yang tak hadir.

Sejumlah anggota Dewan dan caleg Senin (23/2) kemarin di Amlapura juga mengaku kelimpungan. Rencana mereka menarik dukungan berantakan gara-gara play (penarikan) uang di KKM buyar. Padahal, dengan play awal Maret, ada yang sudah merencanakan membeli 15 ekor babi untuk hari raya Galungan dan Kuningan dan dagingnya dibagikan kepada warga. Uang hasil penarikan lainnya juga untuk membeli baliho, dan mencetak alat peraga kampanye lainnya. Sejumlah investor KKM, baik dari kalangan orang berduit yakni pengusaha sampai Dewan pun, mulai khawatir sepeda motor atau mobil mereka yang dibeli dari KKM dan BPKB-nya masih ditahan di koperasi itu bakal ditarik kembali. (bud)

http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=2&id=11534

Soal Vila Dekat Pura Pidada

17:42, Posted by simple, No Comment


"Pengempon" dan Pemilik akan Dipertemukan Kembali
Singaraja (Bali Post) -
Masalah pembangunan vila untuk tempat tinggal di dekat Pura Pidada, Singaraja, tampaknya akan berlarut-larut. Pihak Lurah Banyuasri Ketut Yudistira berencana akan menggelar pertemuan ulang antara pengempon dan pemilik bangunan. Sementara pihak pengempon bersikeras agar pembangunan itu dihentikan sementara sebelum pemiliknya mendapat persetujuan dari pihak pengempon.

Dalam pertemuan sebelumnya, Kamis (12/2) lalu, pihak pengempon tak datang ke tempat pertemuan di kantor Lurah Banyuasri. Untuk itu Lurah Banyuasri Yudistira berencana akan menjadwal ulang pertemuan antara pengempon dan pemilik bangunan, namun kali ini akan dimediasi oleh Camat Buleleng. "Kami akan gelar pertemuan ulang dengan mediasi Camat Buleleng," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Buleleng Ketut Laksana mengatakan, bangunan di dekat Pura Pidada itu sejauh ini memang belum memiliki IMB. Sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan IMB, pemilik vila harus melengkapi surat persetujuan atau kesepakatan dari pengempon Pura Pidada dan persetujuan warga di sekitar bangunan tersebut. "Untuk itu, kami tinggal menunggu hingga pemilik bangunan mengajukan permohonan IMB dengan melampirkan persyaratan," katanya.

Dulu, kata Laksana, pemilik bangunan vila itu sempat diantar oleh Lurah Banyuasri Ketut Yudistira datang ke kantor KPT. Pemiliknya menanyakan tentang persyaratan mengajukan permohonan IMB. Setelah mendapatkan penjelasan tentang syarat-syarat tersebut, pemilik bangunan ternyata tidak datang lagi ke kantor KPT. "Tidak ada tindaklanjutnya, malahan bangunan sudah berdiri dan sudah ditempati," katanya.

Sementara Camat Buleleng Ida Bagus Suadnyana, S.H. meminta agar Lurah hati-hati menerima warga pendatang yang hendak membangun sesuatu di Buleleng. Karena, memang sering ada warga pendatang yang membangun terlebih dahulu baru kemudian mengurus perizinan. Seperti yang terjadi pada bangunan di dekat Pura Pidada yang sudah berdiri dan sekarang diprotes warga. "Sekarang setelah diprotes oleh pengempon, baru mengurus IMB dan minta bantuan kepada pihak kecamatan," katanya.

Soal bangunan vila yang berdekatan dengan kawasan Pura Pidada, kata Camat Suadnyana, memang sepantasnya pemilik bangunan meminta persetujuan kepada pengempon pura dan warga sekitar. Setelah terdapat persetujuan, baru kemudian pemilik bangunan mencari IMB. "Jangan hanya karena punya uang untuk membangun, lalu masalah aturan bisa jadi nomor dua," tandasnya.

Seperti diberitakan, warga pengempon Pura Pidada memprotes sebuah bangunan vila milik warga Belanda di dekat Pura Pidada. Protes dilakukan karena bangunan tersebut belum memiliki IMB dan belum mendapat persetujuan dari pengempon pura tersebut. (kmb15)

http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=2&id=11235

'Ngaturang Ayah' di Besakih

17:05, Posted by simple, No Comment


Layanan Kesehatan Makin Diminati Warga
Amlapura (Bali Post) -
Hari kedua pelaksanaan pelayanan kesehatan 'Ngayah Sareng Bali TV' di Besakih serangkaian Karya Panca Bali Krama di Pura Besakih diikuti ratusan krama Bali. Sementara pengobatan gratis yang dipusatkan di Pasraman Besakih dikunjungi 160 orang, lebih banyak dari kunjungan sehari sebelumnya. Mereka yang memanfaatkan pelayanan gratis itu; pemangku, prajuru adat, pengurus dinas, masyarakat umum termasuk warga asing yang mengalami kecelakaan. Warga Jerman tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas (jatuh sendiri) ketika jalan menanjak. Atas informasi dari masyarakat, akhirnya ia mendatangi pos pelayanan kesehatan di pasraman tersebut.

Dari 160 warga yang datang, sebagian besar menderita penyakit kulit. Selebihnya, rematik dan rabun. Dokter Sudhana menyebutkan, kurangnya perhatian warga terhadap kebersihan diri dan lingkungan sebagai penyebab utama penyakit kulit seperti koreng. Apalagi, koreng sangat cepat menular melalui kontak pakaian, penggunaan sabun, air dan lainnya yang dilakukan secara bersamaan. 'Biasanya di desa kan satu handuk dipakai bersama sekeluarga. Itu harus dihindari guna memutus menularnya koreng. Begitu juga saat pencucian, harus dilakukan hingga bersih sempurna,' katanya.

Klian Dusun Batumadeg (satu dari delapan dusun di Desa Besakih) Wayan Suweta dan Sekretaris Dusun Ketut Pageh yang juga datang berobat menyebutkan, kesulitan air bersih menjadi salah satu penyebab sulitnya memutus penyakit koreng di wilayahnya. Dari 125 KK, sekitar 50 KK belum mendapat pelayanan air bersih (sambungan PDAM) sehingga mengandalkan air tadah hujan. Yang paling menjadi kekhawatiran adalah penyakit rabun yang menimpa banyak warga. Tak hanya yang berusia tua, juga anak-anak. Gangguan penglihatan ditandai dengan mata merah menahun. 'Beruntung, saat kami membutuhkan pengobatan, ada pelayanan kesehatan gratis. Kalau datang ke rumah sakit, otomatis kami butuh biaya,' sebut Suweta seraya mengaku kemampuan keuangan masyarakatnya sangat rendah.

Dalam kegiatan pelayanan kesehatan ini dokter yang ikut ngaturang ayah di antaranya dr. I Wayan Sudhana, Sp.PD., KGH., dr. Nyoman Astika, Sp.PD. dan dr. Wayan Budiasa (ketiganya dari BaliMed), dr. Made Yasa dari Penta Medika, dr. Made Sukana dan dr. Ni Ketut Srinadi (Bhakti Rahayu) dibantu sejumlah paramedis seperti Ketut Budiman, Parwati dan Utami Karunia (Bhakti Rahayu) serta Apoteker dan Asisten Apoteker Teguh dan Ita, Ranti dan Vina (Apoteker dan Asisten Apoteker KKB). Dalam kegiatan serupa Sabtu (20/2) dan Minggu (21/2) mendatang, sejumlah dokter sudah menyatakan kesiapannya untuk ngayah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain menjadi pusat pos pelayanan kesehatan selama Karya Panca Bali Krama dan Batara Turun Kabeh, Pasraman Besakih juga akan dijadikan wadah pengembangan generasi muda di desa itu. Di pasraman tersebut, secara bertahap akan dirancang untuk kegiatan pelatihan seperti bahasa Inggris, komputer, internet dan acara dharmatula yang melibatkan generasi muda. 'Saya sangat mendukung Pasraman Besakih menjadi pasraman modern,' ungkap General Manager (GM) Kandatel Bali I Gede Negara yang saat itu juga ngaturang ayah.

'Dukungan yang diberikan tentu berkaitan dengan teknologi informasi (TI) seperti internet. Kesehatan, kan sudah ditangani dokter (rumah sakit). Ya... saya TI-nya saja,' sebutnya. Untuk kegiatan sosial, ia juga sangat mendukung program 'Ngayah Sareng Bali TV' dengan mengerahkan seluruh kekuatan Kandatel, Minggu (22/2) mendatang.

Selain pelayanan kesehatan, acara 'Ngayah Sareng Bali TV' juga diisi bersih-bersih di kawasan Pura Besakih. Acara diawali persembahyangan bersama di Pura Batumadeg dan Penataran Agung Besakih, sebagaimana dilakukan sehari sebelumnya. (bal)